$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0

$type=grid$count=3$meta=0$sn=0$rm=0$show=home

Menjadi Orang Tua adalah Tentang Kesabaran

SHARE:

Seorang Ayah melihat semut berhamburan di lantai. Naluri pelindungnya menyala, khawatir semut-semut itu akan menggigit anaknya. Ia dan ist...


Seorang Ayah melihat semut berhamburan di lantai. Naluri pelindungnya menyala, khawatir semut-semut itu akan menggigit anaknya.

Ia dan istrinya segera bekerjasama, suami menyapu lantai dan istri menjaga agar anaknya yang berusia 2 tahun itu tidak menghampiri kerumunan semut itu.

Apa yang terjadi?

Anak 2 tahun itu, tetap penasaran dengan apa yang ada di depan matanya. Ibunya dengan sigap menahannya, atau mengalihkan perhatiannya pada hal lain. 

Namun anak itu adalah anak yang fokus, hanya mau mencapai apa yang ia tuju. Sepersekian detik ia berlari ke kerumunan semut tersebut, penasaran akan apa yang ingin dilihatnya. 

Ibunya berusaha mengejarnya, namun kalah cepat dengan bentakan sang Ayah. Sang Ayah membentak bocah nan polos itu, sementara si Bocah tak tahu apa kesalahan yang diperbuat.

Nampak ekspresi anak tersebut ketakutan, tak tahu mengapa Ayahnya jadi begitu menyeramkan.

Dan air mata bocah itu pun pecah, ia menangis sejadinya. Takut, bingung, dan tak mengerti apa pasal ia dibentak.



Ia hanya ingin tahu, apa makhluk kecil yang berkerumun itu.

Ia hanya ingin tahu, mengapa makhluk kecil yang banyak itu hinggap di lantai rumahnya.

Ia hanya ingin melihat dan diberi penjelasan, bukan bentakan. Karena ia tak tahu mengapa Ayahnya marah. Yang ia tahu hanya perasaan yang sesak, air mata yang pecah sejadinya.

Di waktu yang sama, sang Ayah pun tak tahu telah memutus syaraf otak anaknya yang baru berkembang itu.

Yang Ayah nya tahu hanya rasa kesal, karena anaknya mendekati kerumunan semut. Yang Ayah nya tahu hanya lah ingin memberi perlindungan, takut anaknya tergigit semut. 

Ya, niat yang terlihat baik. Namun cobalah timbang mudharatnya. Manakah yang lebih besar mudharatnya, gigitan semut yang tak seberapa atau putusnya syaraf otak anak yang mungkin tak akan kembali?

Cerita diatas hanya ilustrasi tentang betapa peran kita sebagai orangtua yang sering dihadapkan dengan tingkah anak yang mungkin bisa membuat marah. 

Namun, jika dirunut dari peristiwa yang terjadi, seberapa besar kah hal yang dilakukan anak kita?

Sebegitu fatalnya kah, hingga membuat kita amat marah padanya. Hingga akhirnya sebagai orang tua pun menyesal, karena sudah memarahi atau bernada tinggi pada anak.



Mengutip hasil penelitian ahli saraf dari Chicago Medical School, Lise Eliot, bahwa satu bentakan saja dapat merusak miliaran sel-sel otak anak.

Pada anak yang masih dalam masa pertumbuhan, yaitu pada masa golden age, usia 2-3 tahun pertama kehidupan, suara keras dan bentakan dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. 

Sebaliknya, bila orang tua memberikan belaian lembut pada anak, menyusuinya, mengajaknya bermain dengan bahagia, maka rangkaian otaknya akan terbentuk dengan indah.

Mengutip pendapat ahli lain yakni salah seorang dokter ahli ilmu otak bidang Neuroscience, Amir Zuhdi mengatakan bahwa ketika orangtua membentak, anak akan merasa ketakutan. 

Ketika muncul rasa takut, produksi hormon kortisol di otak meningkat. Pada anak-anak yang tinggi tingkat hormon kortisolnya maka akan memutus sambungan neuron atau sel-sel otak. 

Selain itu, akan terjaadi percepatan kematian neuron atau apoptosis. Apa akibatnya jika neuron terganggu?

Menurut Amir, banyak hal yang bisa terjadi seperti proses berfikir anak menjadi terganggu, sulit mengambil keputusan, anak tidak bisa menerima informasi dengan baik, tidak mampu membuat perencanaan, hingga akhirnya tidak memiliki kepercayaan diri.

Jika dianalogikan, neuron ibarat file-file yang terkumpul dalam PC namun jika terlampau banyak file-file emosi negatif, maka ia akan mempengaruhi PC menjadi lambat. 

Jika diibaratkan sebuah PC, mana yang lebih anda harapkan? PC cepat atau lambat? Maka jangan rusak otak anak kita dengan emosi-emosi negatif yang ter-install kedalam otaknya.

Bagian otak anak yang pertama kali tumbuh adalah bagian otak yang berkaitan dengan emosi. Dalam bagian itu, yang paling besar adalah emosi takut. 

Itulah mengapa saat anak-anak akan mudah merasa takut. Semakin sering dibentak dengan keras dan membuat anak takut, semakin tinggi pula kerusakan neuron pada anak.

Oleh karena itu, disinilah pentingnya orang tua bisa mengelola emosi dengan baik. Ketika anak berbuat salah, beri ia pengertian ataupun peringatan tanpa membentaknya.



Karena menjadi orangtua adalah tentang kesabaran.

Kesabaran itu yang akan menjadi contoh bagi anak.

Kesabaran itu yang akan menjadi pupuk bagi tumbuh kembang anak-anak kita yang optimal.

Kesabaran itu yang kelak akan kita panen hasilnya, berupa akhlakul karimah anak-anak kita.

Bukankah sejatinya itu yang semua orangtua inginkan, anak-anaknya menjadi sholeh?

Mulailah terlebih dahulu dengan menjadi orangtua yang sabar, karena sejatinya sabar tak terbatas seperti kasih sayang orang tua...

COMMENTS

BLOGGER
Nama

Dunia Pendidikan,14,Inspirasi,2,Parenting,5,Rekomendasi,6,
ltr
item
Noerlia Agustina Rachman Blog: Menjadi Orang Tua adalah Tentang Kesabaran
Menjadi Orang Tua adalah Tentang Kesabaran
https://1.bp.blogspot.com/-n8pRptHewQc/X5t8Fq9iAhI/AAAAAAAACeY/ArZ-XFFNI40_Ig7lJbIBFW7I8orzvwdKwCLcBGAsYHQ/w640-h354/semut.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-n8pRptHewQc/X5t8Fq9iAhI/AAAAAAAACeY/ArZ-XFFNI40_Ig7lJbIBFW7I8orzvwdKwCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h354/semut.jpg
Noerlia Agustina Rachman Blog
https://www.kaklia.com/2020/10/menjadi-orang-tua-adalah-tentang.html
https://www.kaklia.com/
https://www.kaklia.com/
https://www.kaklia.com/2020/10/menjadi-orang-tua-adalah-tentang.html
true
5982765889919919835
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content